Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Perbedaan Preferensi dalam Kontestasi Pemilu 2024: Mengapa?

Gambar
  Source: Google      Berbicara mengenai cara pandang dan respon setiap individu terhadap suatu fenomena tentu akan berbeda satu sama lainya. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi adanya perbedaan tersebut, salah satunya adalah soal background dari individu itu sendiri. Sebagai contoh, seorang muslim memandang babi itu haram untuk dimakan, sedangkan tidak bagi umat Kristiani pada umumnya. Hal tersebut terjadi karena adanya perbedaan ajaran dari agama masing-masing. Contoh lain, si A yang notabenya hidup di keluarga menengah ke bawah menganggap nominal 1 juta itu banyak, lalu si B yang notabenya anak konglomerat menganggap nominal 1 juta merupakan nominal yang sedikit. Hal tersebut terjadi karena adanya kelas sosial yang berbeda antara si A dan B. Dua contoh tadi menjadi contoh kecil bahwa perbedaan cara pandang dan respon individu merupakan hal yang wajar, tidak ada yang lebih salah dan lebih benar diantaranya. Soal Perbedaan Cara pandang      Ak...

Menanggapi kebijakan MarketPlace Guru, Bagaimana?

Gambar
          Nadiem Makariem (Google)           Baru-baru ini, Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset (Mendikbud Ristek) Nadiem Makariem telah mencanangkan suatu kebijakan baru, yaitu mengenai MarketPlace Guru. Kebijakan yang dicanangkan tersebut nyatanya memicu reaksi Masyarakat Indonesia terutama para Guru di lapangan. Menurutnya, kebijakan ini bisa menjadi salah satu alternatif pemerintah untuk menyelesaikan beberapa masalah di lapangan. Dalam pidatonya di Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR RI, Nadiem menyatakan bahwa ada beberapa permasalahan pendidikan yang perlu direspon oleh pemerintah, yang mana seperti masalah pola rekrutmen, distribusi hingga kompetensi dari guru itu sendiri. Guna menyelesaikan tersebut, Nadiem mencanangkan gagasan kebijakan MarketPlace sebagai upaya menyelesaikan masalah-masalah yang ada.           MarketPlace Guru merupakan sebuah alternatif berbentuk database yan...

Tidak Eksisnya organisasi kemahasiswaan hari ini : Benarkah & Salah siapa?

Gambar
Source : Google Akhir-akhir ini, para mahasiswa terkhusus yang bergabung dalam organisasi, mungkin sudah tidak lah asing dengan narasi bahwasanya organisasi kemahasiswaan hari ini sudah tidak semenarik yang dulu. Semakin hari, sebagai orang yang berkecimpung dalam organisasi nyatanya mulai bisa melihat kebenaran dari narasi tersebut. Entah dimulai dari sulitnya proses pengkaderan, sampai “setitiknya” partisipasi mahasiswa dalam agenda-agenda yang di adakan. Hal ini tentunya perlu dipikirkan secara matang dan serius oleh para pengurus organisasi kemahasiwaan yang ada. Bagaimana caranya para pengurus saling membenahi diri, merefleksi, tentunya guna menyelesaikan problematika yang ada. Berbenah merupakan langkah yang tentunya amat penting. Coba pikirkan bagaimana bisa narasi tersebut muncul, apa kira-kira permasalahanya ya? Apakah benar permasalahan tersebut datang dari organisasi itu sendiri?  Bagaimana bisa para mahasiswa baru ataupun lama mendadak tidak excited dengan yang nama...

Memaknai sebuah cinta dari Plato dan Gurunya

Gambar
Plato (427-347) Source on Google Pada zaman dahulu, ada sebuah percakapan menarik antara seorang Guru dan Muridnya yang membahas mengenai makna sebuah cinta. Murid itu adalah Plato, seorang filsuf Yunani yang cukup terkenal dimasanya. Begitu juga dengan gurunya, Socrates. Mereka merupakan para tokoh besar Filsafat Yunani yang mana teori-teorinya telah menginspirasi banyak pemikiran dimasa kini. Suatu hari, Plato bertanya kepada Gurunya, Socrates “Guru, Apa itu Cinta? Dan bagaimana aku bisa menemukanya?” Lalu Socrates Menjawab, “Lihatlah kedepan sana, didepan, ada sebuah ladang Gandum yang luas. Berjalanlah masuk kedalamnya, tetapi setelah kau masuk jangan sampai kau mundur kembali. Didalamnya ambilah satu ranting yang kau anggap paling besar dan sempurna, disaat itulah kau menemukan cinta.” Tak lama kemudian, Plato mengikuti apa yang telah dijelaskan oleh Gurunya. Ia Berjalan masuk kedalam ladang Gandum yang luas tersebut. Selang beberapa waktu, Plato keluar dari ladang tersebut ...

KADO REFLEKSI : MILAD 59 TAHUN IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH

Gambar
Hari ini 14 maret 2023, umur Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah tepat pada angka 59 tahun. Setengah abad lebih IMM berdiri tentunya bukanlah waktu yang singkat, apalagi jika menilik kepada kontribusinya yang telah diberikan terhadap bangsa. Di tulisan singkat ini, penulis ingin mengajak para pembaca untuk nantinya bisa melakukan refleksi dan sedikit menilik kembali sejarah bagaimana Ikatan ini bisa terbentuk dan ada. 14 Maret 1964 – 14 Maret 2023. Sejarah Singkat Farid Fathoni dalam bukunya, Kelahiran yang dipersoalkan (1990) menyatakan bahwa kelahiran IMM merupakan suatu keharusan sejarah. Jika melihat dari pernyataan tersebut tentunya bisa kita bayangkan bersama akan adanya situasi genting yang memaksa perlu adanya organisasi IMM dibangsa ini. Berdirinya IMM tentunya tidak terlepas akan wacana yang telah dibangun pada Muktamar Muhammadiyah ke-25 di Batavia (Jakarta) yang ingin menghimpun mahasiswa Muhammadiyah secara mandiri. Adapun faktor – faktor lain yang menyebabkan lahirnya IMM ...